Jenuh ya?
Muak ya?
Muak ya?
Kesal ya?
Males ya?
Bosen ya?
Ehh, nggak pa2 banget tau ngrasa gitu
Emang salah?
Ya nggak sama sekali lah
Mau nangis?
Nangislah!
Pengen teriak?
Teriak aja!
Pengen mengumpat?
Lah bukannya udah biasa?
Ha ha ha ha ha
Sekitar beberapa minggu lalu kala aku ngantri di kasir AlfaPare di Jl. Brawijaya, ada lagu yg sedang diputar dan seketika aku ngebatin "ngena banget ni lagu". Alhasil nyampek kos, langsung aja aku searching di Youtube. Surprisingly, lagu nya berjudul "Muak" --- ya pantes aja ngena wong dari judulnya aja udah gini, pikirku. Meskipun sebenernya nggak yg 100% menggambarkan keadaanku, ya paling tidak sedikit memvalidasi rasa.
Acapkali orang juga merasakan hal serupa, ntah dari lagu atau dari media yang lain. Bahkan kayaknya sekarang yang paling lazim adalah melalui reels, shorts dan semacamnya. Lewat pengalaman orang lain pun kita bisa merasa relate dengan apa yang mereka alami. Di zaman yang apa2 semakin berkembang ini, siapapun bisa dengan mudahnya membagikan apapun yang ingin dibagikan. Mulai dari bab menerima, mengerti, membersamai, mengacuhkan, menyakiti, melupakan, sampai move on semuanya dilukiskan dengan kutipan.
Tak sedikit orang mengaitkan kata "move on" dengan pasangan atau percintaan
Secara harfiah kata "move on" berarti berpindah
Berpindah tak melulu dari satu hati ke hati yang lain kan?
Banyak hal untuk memaknai berpindah
Tidak diam di satu tempat juga berpindah
Menikmati rutinitas baru juga berpindah
Memperbesar kapasitas diri pun juga berpindah
Tidak membiarkan diri terhanyut dalam satu titik agar mengetahui warna-warna dari titik yang lain pun berpindah
Jika memang berpindah bisa melebarkan langkah, kenapa resah?
Apakah timbulnya rasa resah itu karna kurangnya rasa syukur?
Bersyukur adalah berterima kasihnya kita atas suatu hal. Itu berarti tidak hanya hal yang didapat melainkan semua hal yang dialami, disingkirkan, diambil, diulang, dihentikan, dilebihkan, atau bahkan dikurangi. Pernah kudengar bahwa Tuhan lebih mengetahui atas apapun itu. Lantas, apakah pantas kita meronta-ronta ketika Tuhan menggandeng tangan kita?
Jenuh itu wajar
Muak pun normal
Muak pun normal
Kesal itu natural
Males adalah bagian dari kondisi
Bosen memang sering datang dan pergi
Tapi tumbuh bukan hanya tentang ini
Bukankah mengenali diri lalu mengetahui bagaimana cara mengatasi adalah kunci?

Comments
Post a Comment